Beritanews9.id || SURABAYA – Duta Anti Narkoba Perempuan Jawa Timur, SITI RAFIKA HARDHIANSARI, memberikan apresiasi tinggi kepada Kasatnarkoba AKP Adik Agus Putrawan atas capaian kinerjanya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.Selasa (14/7/2026)
Menurut Perempuan yang akrab di panggil FIKA, dalam kurun waktu sekitar lima bulan sejak menjabat sebagai Kasatnarkoba, AKP Adik Agus Putrawan berhasil menangani sebanyak 590 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Capaian tersebut dinilainya sebagai prestasi yang luar biasa dan menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam memerangi kejahatan narkoba.
“Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Keberhasilan mengungkap ratusan kasus dalam waktu relatif singkat menunjukkan komitmen dan kerja keras jajaran Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” ujar Siti Rafika Hardhiansari.
Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Rafika mengajak seluruh warga Surabaya untuk berani menolak dan melawan segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Melalui slogan “WANI LAWAN NARKOBA”, Rafika mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan Surabaya yang bersih dari narkoba dengan semangat WANI LAWAN NARKOBA. Jangan takut melapor dan jangan pernah memberi ruang bagi para pelaku peredaran narkotika,” tegasnya.
Rafika juga mengapresiasi keberhasilan aparat dalam momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, di mana sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ganja seberat 3,37 ton. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa kolaborasi antarinstansi mampu memberikan pukulan besar terhadap jaringan narkotika.
Menurutnya, keberhasilan aparat harus diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk terus menjaga keluarga, lingkungan, dan generasi muda dari bahaya narkoba. Dengan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat, upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba diharapkan dapat terus terwujud.(Ali news)








