BPH-RI Komwil Jawa Timur dan Yayasan Napas Tunggal Nuswantoro Gelar “Memetri Pancasila”, Perkuat Pengamalan Nilai-Nilai Dasar Negara

Beritanews9.id || TULUNGAGUNG – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Badan Peserta Hukum Reclasseering Indonesia (BPH-RI) Komisi Wilayah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Yayasan Napas Tunggal Nuswantoro Tulungagung menggelar kegiatan bertajuk “Memetri Pancasila”, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut turut didukung oleh Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) DPW Jawa Timur sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini bertujuan mengingat kembali sejarah lahirnya Pancasila sekaligus menanamkan, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sebagai fondasi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Pengawas sekaligus salah satu pendiri Yayasan Napas Tunggal Nuswantoro, Kang Mas Putra, yang juga menjabat Wakil Kepala Tim Khusus Unit II BPH-RI Komwil Jawa Timur, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan mengamalkan Pancasila di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara dihadiri sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Kepala Tim Khusus BPH-RI Komwil Jawa Timur Sri Utomo, Letkol Marinir Mulyadi selaku Komandan Detasemen Intelijen Pasmar 2 Sidoarjo, Ketua MATRA DPW Jawa Timur KPP Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonagoro, Kepala Tim Khusus BPH-RI Komda Nganjuk Warih Ardata atau Ki Lurah Singwidjojo, serta Notaris dan Konsultan Hukum Yayasan Napas Tunggal Nuswantoro H. Ahmad Syaiful Rizal, S.H., M.Kn.

Acara secara resmi dibuka oleh Sri Utomo. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa dari perspektif norma dan hukum negara, Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan pedoman hidup bangsa yang harus terus dihayati dan diamalkan oleh seluruh warga negara guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bu

“Kita harus terus menguatkan pengamalan Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman agar persatuan dan keharmonisan bangsa tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Letkol (Mar.) Mulyadi yang mewakili Mayor Jenderal TNI (Mar.) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa menjaga Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bersatu dan bergotong royong agar setiap upaya yang ingin merongrong ideologi Pancasila tidak memiliki ruang untuk berkembang.

Pandangan senada disampaikan Ketua MATRA DPW Jawa Timur, KPP Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonagoro. Ia mengajak seluruh pegiat budaya dan seni agar senantiasa menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam melestarikan budaya Nusantara.

Menurutnya, Pancasila memiliki filosofi yang sangat kuat dan berakar dari nilai-nilai luhur peradaban Nusantara. Garuda Pancasila bukan hanya lambang negara, tetapi juga mengandung pesan moral dan spiritual yang wajib dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus.

Selain penyampaian materi kebangsaan, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian budaya, di antaranya pertunjukan Tari Reyog Kendang khas Tulungagung, Kirab Panji dan Pusaka Yayasan Napas Tunggal Nuswantoro, Kirab Buceng, prosesi sesaji, serta doa lintas agama yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Suasana berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya dengan iringan karawitan Cokek’an (Uyon-Uyon) dari Yayasan Gubuk Seni Perkasa Budaya yang dipimpin Kang Mas Putra.

Ketua Umum sekaligus Pendiri Yayasan Napas Tunggal Nuswantoro, Sri Wahyuniati, menegaskan bahwa yayasan akan terus berperan aktif mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat persatuan nasional, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga kesatuan dalam keberagaman sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Di akhir kegiatan, BPH-RI Komwil Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara. Ke depan, kegiatan “Memetri Pancasila” diharapkan dapat terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas sehingga nilai-nilai Pancasila semakin membumi dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini pun ditutup dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan komitmen bersama untuk mengamalkan setiap sila Pancasila dalam tindakan nyata demi Indonesia yang semakin maju, berdaulat, dan berkarakter.(Ali news)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *