20.8 C
Indonesia
Rabu, April 22, 2026
spot_img
spot_img

Bupati Subandi Gaspol Tangani Sampah, Ajak Semua Pihak “Perang” Lawan Sampah

Beritanews9.id || SIDOARJO – Permasalahan sampah di Kabupaten Sidoarjo terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Subandi usai melakukan pendampingan di tiga desa, yakni Desa Kepadangan dan Desa Kebaron Kecamatan Tulangan, serta Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin. Evaluasi dan koordinasi penanganan sampah tersebut digelar di Ruang Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (22/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Subandi menyoroti optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Ia menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pendampingan intensif, terutama pada TPS3R yang saat ini tidak beroperasi secara maksimal.

Menurutnya, TPS3R yang tidak berjalan harus segera dipetakan permasalahannya agar dapat ditemukan solusi yang tepat. Pemetaan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem pengelolaan, kondisi lokasi, hingga faktor pendukung lainnya.

“Kalau ada TPS3R yang tidak berjalan, harus kita kawal. Kita lakukan pemetaan persoalan yang ada agar bisa segera dicarikan solusi,” ujar Subandi.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjutnya, akan melakukan evaluasi rutin setiap bulan bahkan pemantauan harian untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.

Menurut Subandi, fakta di lapangan masih menunjukkan adanya warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan ada pula yang berasal dari luar wilayah desa.

Sebagai langkah tegas dalam menegakkan tata tertib pengelolaan sampah, Pemkab Sidoarjo juga berencana menggandeng pihak kepolisian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang melanggar aturan.

“Kalau sudah diperingatkan tetapi masih melanggar, maka akan kami libatkan kepolisian agar penanganan sampah bisa berjalan lebih efektif,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, mengungkapkan bahwa sebenarnya banyak desa telah memiliki struktur pengurus pengelolaan sampah. Namun dalam praktiknya, tidak semuanya berjalan dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa salah satu permasalahan utama terletak pada manajemen pengelolaan yang kurang optimal. Padahal, apabila pengelolaan dilakukan dengan baik, hasil pemilahan sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan residunya dapat dibantu untuk diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain itu, Arif juga menyoroti masih adanya fasilitas tungku atau insinerator yang belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pihaknya akan melakukan pendampingan agar proses pembakaran sampah dapat dilakukan dengan benar dan sesuai prosedur.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan iuran sampah masyarakat yang berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000. Dana tersebut seharusnya dikelola secara jelas dan rinci untuk kebutuhan operasional seperti petugas pemilah, transportasi, hingga pengangkutan residu ke TPA.

Arif menegaskan bahwa apabila ditemukan oknum pengurus yang tidak amanah dalam mengelola dana iuran tersebut, maka hal tersebut dapat masuk dalam ranah hukum pidana.

“Masyarakat juga berhak menyampaikan pengaduan apabila sudah membayar iuran tetapi pengelolaan sampah tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ke depan, DLHK Kabupaten Sidoarjo akan melakukan pendampingan untuk membentuk kepengurusan baru yang lebih akuntabel dan mampu menjalankan pengelolaan sampah secara konsisten.

Bupati Subandi kembali mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan sampah sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat paling bawah.

“Sampah adalah tanggung jawab bersama, mulai dari Bupati, DLHK, Camat, Kepala Desa, hingga RT/RW. Saat ini kita semua sedang berupaya serius atau ‘berperang’ melawan sampah. Ini hanya bisa diselesaikan jika semua pihak ikut bergerak,” pungkasnya.(Ali news)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular