POLRI  

Rabu Gaul Satlantas Polres Kediri Kota! 19 Pelanggaran Ditindak, Polisi Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

Beritanews9.id || KEDIRI KOTA, – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui imbauan. Penegakan aturan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk mewujudkan keselamatan di jalan raya.

Semangat tersebut diwujudkan Satlantas Polres Kediri Kota melalui kegiatan Rabu Gaul dalam rangka penindakan pelanggaran (Dakgar) Operasi Patuh Semeru 2026, yang digelar Rabu (4/11/2026) malam.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 22.45 WIB tersebut, petugas gabungan melakukan penertiban terhadap pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran lalu lintas secara kasatmata. Kegiatan dipusatkan di Mako Satlantas Polres Kediri Kota dan Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Makodim Kediri.

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari Polres Kediri Kota, Satpol PP, serta unsur TNI. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabagops Polres Kediri Kota, Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota, Kasatpol PP, anggota Satlantas, Satsamapta, Satpol PP, dan anggota TNI.

Sebelum pelaksanaan penindakan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan di Mako Satlantas Polres Kediri Kota yang dipimpin Kabagops. Apel tersebut menjadi bagian dari koordinasi untuk memastikan kesiapan personel sekaligus menyamakan langkah dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Usai apel, petugas gabungan bergerak menuju Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Makodim, untuk melaksanakan penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas yang terlihat secara langsung.

Hasilnya, sebanyak 19 penindakan pelanggaran lalu lintas dilakukan dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan laporan hasil kegiatan, enam penindakan tercatat terkait STNK kendaraan roda dua (R2), sedangkan 13 lainnya masuk dalam kategori kendaraan roda dua (R2).

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui Kanit Turjawali IPDA Arifin Priyo Ananto, menyampaikan bahwa kegiatan Rabu Gaul merupakan bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan masyarakat sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Melalui kegiatan Rabu Gaul ini, kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Penindakan terhadap pelanggaran kasatmata dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus memberikan edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran petugas di tengah masyarakat bukan hanya untuk melakukan pengawasan dan penindakan, tetapi juga membangun komunikasi serta menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan di jalan raya.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Sebab, menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib tidak cukup hanya mengandalkan petugas kepolisian. Dibutuhkan kepedulian, kedisiplinan, serta partisipasi seluruh pengguna jalan.

“Pesan kami, jangan menunggu ada razia atau petugas di jalan baru kemudian tertib berlalu lintas. Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, lengkapi surat-surat kendaraan, gunakan helm berstandar SNI, dan patuhi seluruh rambu serta aturan lalu lintas,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menghindari perilaku berkendara yang berisiko, seperti melawan arus, menerobos lampu lalu lintas, menggunakan telepon seluler saat berkendara, maupun tidak menggunakan perlengkapan keselamatan.

Lebih lanjut, IPDA Arifin menegaskan bahwa penegakan hukum dalam Operasi Patuh Semeru 2026 tetap dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan humanis sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami akan terus mengedepankan penegakan hukum yang profesional dan humanis. Namun, setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan akan ditindak sesuai aturan. Harapannya, masyarakat tidak hanya takut terhadap sanksi, tetapi benar-benar memahami bahwa pelanggaran lalu lintas dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, TNI, Satpol PP, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga ketertiban. Melalui komunikasi dan kepedulian bersama, budaya tertib berlalu lintas diharapkan tumbuh bukan karena adanya pengawasan semata, melainkan lahir dari kesadaran setiap individu.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Saling menghormati sesama pengguna jalan, tidak ugal-ugalan, tidak melawan arus, dan selalu mengutamakan keselamatan. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan Rabu Gaul tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota berharap Operasi Patuh Semeru 2026 tidak hanya menjadi momentum penegakan aturan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Sebab, jalan raya merupakan ruang bersama yang keselamatannya harus dijaga bersama pula. Ketika kepolisian hadir memberikan perlindungan dan masyarakat tumbuh dengan kesadaran mematuhi aturan, maka ketertiban berlalu lintas bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Polisi Bersama Masyarakat: Bersinergi Menjaga Ketertiban, Mengutamakan Keselamatan, dan Mewujudkan Lalu Lintas yang Berkeselamatan.(Ali news)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *