Beritanews9. id || SURABAYA – Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Jawa Timur, Dra. Dwi Septahany Isnaniek, mengajak seluruh kader untuk memperkuat literasi politik serta bersama-sama melawan penyebaran informasi bohong atau hoaks di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pendidikan Politik Kader Partai Gerindra yang digelar di L FAS Restaurant, Jalan Manyar Kartika Barat No. 7, Surabaya, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan pendidikan politik tersebut mengusung tema “Melawan Hoaks dengan Fakta”. Agenda ini bertujuan membekali para kader agar semakin cerdas dalam menyaring informasi, melakukan verifikasi, serta mampu menyampaikan narasi politik yang benar dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Dra. Dwi Septahany Isnaniek menegaskan bahwa penyebaran hoaks menjadi salah satu tantangan serius bagi kehidupan demokrasi dan persatuan masyarakat, khususnya di tengah perkembangan media sosial yang semakin pesat.
Di era digital ini, hoaks bisa menyebar lebih cepat dari fakta. Kader Gerindra harus jadi benteng pertama yang meluruskan informasi. Kita lawan hoaks dengan fakta, bukan dengan emosi,” tegasnya.
Menurutnya, kader partai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Karena itu, kader didorong untuk aktif menggunakan media sosial maupun berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan mengedepankan komunikasi yang santun, sejuk, dan mencerdaskan.
Ia mengingatkan agar media sosial tidak digunakan sebagai ruang untuk saling menyerang atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sebaliknya, kader diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya dengan mengedepankan data dan fakta.
Pendidikan politik tersebut juga diisi dengan sejumlah materi, di antaranya komunikasi politik, strategi kampanye berbasis data, serta tata cara melakukan verifikasi informasi sebelum sebuah informasi disebarluaskan kepada publik.
Selain penguatan literasi politik, Dra. Dwi Septahany juga mendorong kader Gerindra Jawa Timur untuk terus meningkatkan konsolidasi internal, menjaga soliditas, serta memperkuat kerja sama antarkader dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Partai kuat karena kadernya kuat. Kader kuat karena paham tugasnya dan punya data yang valid. Dengan begitu kita bisa memenangkan hati rakyat melalui kerja nyata dan informasi yang benar,” ujarnya.
Ia berharap pendidikan politik tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan para kader dalam aktivitas politik dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi interaktif antara pemateri dan peserta. Para kader terlihat antusias mengikuti kegiatan, termasuk saat menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai strategi menghadapi dinamika politik serta perkembangan informasi di ruang digital.
Melalui kegiatan tersebut, Partai Gerindra Jawa Timur menegaskan pentingnya kader yang memiliki pemahaman politik, kemampuan membaca informasi secara kritis, serta mampu menyampaikan pesan politik berdasarkan fakta kepada masyarakat.
HR












