POLRI  

Komitmen Jaga Harkamtibmas, Polsek Tarokan Perkuat Benteng Pertahanan Sisi Barat Wilkum Polres Kediri Kota

Beritaneww9.id || KEDIRI – Menjelang dan pasca-acara pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di wilayah Kabupaten Nganjuk, Polsek Tarokan Polres Kediri Kota memperketat pengamanan di jalur perbatasan. Kesiapsiagaan penuh ini dilakukan guna mengantisipasi adanya konvoi, gesekan antar-kelompok, maupun gangguan kamtibmas lainnya.

Pengamanan intensif tersebut digelar sejak Selasa (23/6/2026) sore hingga Rabu dini hari. Petugas menyisir sejumlah titik rawan dan melakukan penyekatan di perbatasan Kediri-Nganjuk, khususnya di wilayah hukum Polsek Tarokan yang menjadi salah satu jalur pelintasan utama.

Sebagai benteng pertahanan di sisi paling barat Wilayah Hukum Polres Kediri Kota yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk, Polsek Tarokan tidak mau kecolongan. Meskipun hingga menjelang dini hari situasi terpantau landai dan nihil dari rombongan besar pesilat, langkah antisipasi sejak dini sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tetap dilaksanakan dengan disiplin tinggi.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tarokan, AKP Priyo Hadistyo, S.H., menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur sedikit pun demi menjamin kenyamanan masyarakat.

Lebih lanjut, AKP Priyo Hadistyo mengungkapkan komitmennya untuk terus memperkuat lini pertahanan di wilayah perbatasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Polsek Tarokan harus menjadi filter yang tangguh dalam menyaring setiap potensi ancaman yang masuk ke arah kota.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan perbatasan sisi barat ini sebagai benteng keamanan Wilayah Hukum Polres Kediri Kota yang kuat, tangguh, dan sigap. Setiap personel di lapangan dituntut memiliki respons cepat dan kepekaan tinggi dalam menghadapi serta meredam segala potensi gangguan kamtibmas sekecil apa pun,” ujar Kapolsek Tarokan.

Semangat jajaran Polsek Tarokan dalam menciptakan Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di lapangan tergolong sangat tinggi. Mulai dari perwira hingga bintara tampak bersiaga penuh di titik penyekatan tanpa mengenal lelah. Filosofi “lebih baik lelah bersiap daripada kecolongan” menjadi pelecut motivasi anggota di lapangan.

“Semangat anggota di lapangan sangat luar biasa. Prinsip kami jelas, kita ambil kerja beratnya di awal dengan pengetatan dan penyekatan maksimal, tapi kita bisa memastikan situasi aman di belakang hari. Kita tidak boleh under estimate dan tidak mau kecolongan,” tegas AKP Priyo Hadistyo.

Keberhasilan pengamanan ini juga tidak lepas dari kuatnya sinergitas di lapangan. Dalam menggelar sekat di pintu perbatasan barat, Polsek Tarokan bahu-membahu bersama jajaran Polsek terdekat seperti Polsek Grogol, personel BKO dari Polres Kediri Kota, serta berkoordinasi intensif dengan jajaran Polres Nganjuk yang berjaga di sisi sebelah.

Kolaborasi antar-wilayah ini terbukti efektif dalam memantau dan membatasi ruang gerak massa penggembira yang berpotensi memicu gesekan. Petugas gabungan secara humanis juga terus mengimbau para pengguna jalan agar tetap tertib dan tidak memakai atribut organisasi di ranah publik.

Hingga dini hari saat arus balik selesai, personel gabungan tetap bersiaga di pos masing-masing. Berkat kesiapan berlapis, kerja keras sejak awal, dan kerja sama lintas sektoral ini, seluruh rangkaian pengamanan jalur berjalan dengan aman dan lancar.

Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tarokan Polres Kediri Kota hingga akhir kegiatan dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali.(Didik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *