Beritanews9.id || SIDOARJO – Bupati Sidoarjo H. Subandi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres pembangunan kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para santri.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kepala Kanwil dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, Forkopimda, Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Al-Khoziny, serta Ketua Yayasan Ponpes Al-Khoziny.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny. Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan segera dimanfaatkan oleh para santri.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat mendukung pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama agar para santri mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih baik, aman, dan nyaman. Kami berharap pembangunan ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan kembali oleh para santri,” ujar Subandi.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kami bersama pemerintah pusat akan terus mengawal proses pembangunan ini. Harapannya, Ponpes Al-Khoziny nantinya menjadi tempat pendidikan yang representatif, tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga mencetak generasi yang berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny yang berlokasi di Jalan Siwalanpanji II, Kecamatan Buduran, terus berjalan sesuai target. Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp122 miliar tersebut saat ini telah mencapai progres lebih dari 50 persen dan ditargetkan rampung dalam beberapa bulan mendatang.
“Saat ini progresnya sudah lebih dari 50 persen. Tentunya kita ingin menuntaskan proyek pembangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny Kabupaten Sidoarjo ini dengan baik. Semoga membawa keberkahan bagi seluruh santri dan masyarakat sekitar, sehingga musibah yang pernah terjadi dapat berubah menjadi berkah,” ujar AHY.
AHY menjelaskan bahwa pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny mencakup tiga bangunan utama yang saling terintegrasi. Bangunan pertama berupa asrama santri yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 830 hingga 850 penghuni, mulai dari santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga sebagian tenaga pengajar.
“Yang pertama adalah untuk hunian atau asrama tempat tinggal para santri. Fasilitas ini dapat mengakomodasi sekitar 830 hingga 850 santri,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga membangun masjid empat lantai dengan kapasitas sekitar 1.200 jamaah. Bangunan ketiga berupa fasilitas pendidikan yang terdiri dari sejumlah ruang kelas dengan kapasitas sekitar 30 santri di setiap kelas.
“Yang ketiga adalah bangunan pendidikan atau kelas-kelas yang akan disiapkan bagi para santri. Ada sejumlah kelas yang masing-masing dapat digunakan oleh sekitar 30 santri,” katanya.
AHY menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan pengawasan ketat oleh Kementerian Pekerjaan Umum, kontraktor pelaksana, serta tim konsultan guna memastikan kualitas bangunan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan.
“Saya berpesan agar seluruh proses pembangunan diselesaikan dengan sebaik mungkin. Tidak boleh ada yang dikerjakan secara sembarangan. Semua harus benar-benar sesuai dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny diharapkan menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan sarana pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Dengan fasilitas yang lebih representatif, para santri diharapkan dapat belajar dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan secara optimal, sekaligus menjadi generasi berakhlak mulia yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Ali News).












