Beritanews9.id || SINGAPURA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di kancah kompetisi matematika internasional. Geisler Suntimothy de Sherra Sinert berhasil meraih Bronze Medal pada babak Final Round International Mathematics Contest (IMC) Singapore 2026, sebuah kompetisi matematika yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA bersama IMC Union Song Schuang dan berlangsung pada 19 April hingga 25 Juli 2026. Pelaksanaan kompetisi dilakukan secara online dan offline, dengan tahapan seleksi hingga babak final.
Dalam perjalanan kompetisinya, Geisler terlebih dahulu mengikuti tahap seleksi dan berhasil memperoleh predikat High Detection. Hasil tersebut menjadi modal penting untuk melangkah ke babak Final Round dan bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Perjuangan Geisler akhirnya membuahkan hasil. Pada babak final, ia berhasil meraih Bronze Medal, sekaligus menambah catatan prestasi di bidang matematika pada tingkat internasional.
Namun, bagi Geisler, mengikuti IMC Singapore 2026 bukan sekadar tentang mendapatkan penghargaan.
Kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga yang memberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan dan membangun relasi dengan peserta dari berbagai negara.
Sebelum mengikuti perlombaan, Geisler bersama peserta Indonesia menjalani karantina selama empat hari. Kegiatan tersebut diisi dengan pelatihan intensif dan persiapan untuk menghadapi tantangan dalam kompetisi.
Masa persiapan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Geisler.
Selain memperdalam kemampuan matematika, karantina juga menjadi kesempatan bagi para peserta Indonesia untuk membangun kebersamaan dan saling memberikan dukungan sebelum menghadapi kompetisi internasional.
Saat perlombaan berlangsung, pengalaman Geisler semakin bertambah. Ia berkesempatan bertemu dengan peserta yang berasal dari 17 negara.
Pertemuan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi para peserta untuk mengenal budaya dari negara lain serta bertukar pengalaman.
Bagi Geisler, keberagaman peserta menjadi salah satu hal yang paling menarik selama mengikuti IMC Singapore 2026. Kompetisi menjadi ruang untuk belajar bahwa kemampuan akademik dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan anak-anak dari berbagai latar belakang dan negara.
Salah satu momen yang paling membekas bagi Geisler adalah ketika mengikuti acara awarding atau pengumuman pemenang. Momen tersebut menjadi puncak dari seluruh proses perjuangan yang telah dilalui sejak tahap seleksi, persiapan, hingga babak final.
Perolehan Bronze Medal menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Namun, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi justru menjadi bagian yang tidak kalah penting bagi Geisler.
Setelah acara penghargaan selesai, para peserta juga mengikuti kegiatan gift exchange atau bertukar hadiah.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Geisler untuk menjalin pertemanan dengan peserta dari berbagai negara.
Interaksi tersebut memberikan pengalaman bahwa sebuah kompetisi internasional tidak selalu harus berakhir dengan persaingan. Di luar arena perlombaan, para peserta dapat saling mengenal, berbagi cerita, memahami budaya masing-masing, dan membangun persahabatan lintas negara.
“Mengikuti International Mathematics Contest (IMC) Singapore 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Sebelum lomba, saya menjalani karantina selama 4 hari bersama peserta Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi,” ujar
Geisler dalam kesannya mengikuti ajang tersebut.
Ia mengungkapkan, pengalaman bertemu peserta dari berbagai negara memberikan wawasan baru yang tidak diperolehnya hanya dari proses belajar di dalam kelas.
“Saat perlombaan berlangsung, saya bertemu dengan peserta dari 17 negara, sehingga saya dapat mengenal berbagai budaya dan bertukar pengalaman.
Momen yang paling berkesan adalah saat pengumuman pemenang atau awarding,” tuturnya.
Menurut Geisler, pengalaman mengikuti IMC Singapore 2026 membuatnya memiliki pandangan yang lebih luas mengenai arti sebuah kompetisi.
“Setelah acara selesai, kami saling bertukar hadiah atau gift exchange dan menjalin pertemanan dengan peserta dari berbagai negara.
Pengalaman tersebut membuat saya menyadari bahwa kompetisi bukan hanya tentang meraih medali, tetapi juga tentang membangun persahabatan dan memperluas wawasan internasional,” katanya.
Prestasi Bronze Medal yang diraih Geisler sekaligus menunjukkan bahwa persiapan, ketekunan, dan keberanian untuk mengikuti kompetisi dapat membuka kesempatan bagi pelajar untuk berkembang lebih jauh.
Tidak hanya berbicara mengenai pencapaiannya sendiri, Geisler juga menyampaikan pesan kepada teman-teman yang memiliki keinginan untuk mengikuti kompetisi, khususnya kompetisi akademik.
Ia mengajak para pelajar untuk tidak takut mencoba dan menjadikan setiap kompetisi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Bagi teman-teman yang ingin mengikuti kompetisi, jangan ragu untuk mencoba. Persiapkan diri dengan latihan yang konsisten, kuasai konsep dasar, dan jangan takut menghadapi tantangan,” pesannya.
Geisler juga mengingatkan bahwa sebuah kompetisi tidak semata-mata diukur dari hasil akhir berupa medali atau penghargaan.
Menurutnya, proses persiapan, pengalaman bertanding, kesempatan bertemu orang baru, serta pembelajaran dari setiap tantangan merupakan bagian penting yang akan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Jadikan setiap kompetisi sebagai kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, dan membangun relasi dengan teman-teman dari berbagai daerah maupun negara,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar para peserta kompetisi tetap memiliki sikap rendah hati dan percaya terhadap kemampuan diri sendiri.
“Tetap rendah hati, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan terus berusaha karena setiap pengalaman akan menjadi bekal yang berharga untuk meraih impian di masa depan,” pungkasnya.
Keberhasilan Geisler Suntimothy de Sherra Sinert meraih Bronze Medal di International Mathematics Contest Singapore 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang matematika.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa kompetisi internasional dapat menjadi ruang pembelajaran yang lebih luas. Tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih keberanian, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta membangun jejaring dan persahabatan dengan generasi muda dari berbagai negara.
Dengan capaian High Detection pada tahap seleksi dan Bronze Medal pada Final Round, perjalanan Geisler di IMC Singapore 2026 menjadi pengalaman berharga yang diharapkan dapat menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan dan kompetisi berikutnya.(Ali news)












