Beritanews9.id || SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di empat desa, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
Penyaluran bantuan dilakukan di dua kecamatan. Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyerahkan bantuan kepada warga Desa Kalisampurno dan Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin. Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi menyalurkan bantuan di Desa Watutulis dan Desa Temu, Kecamatan Prambon.
Kegiatan tersebut turut didampingi Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Bulog Cabang Sidoarjo, Kapolsek dan Danramil setempat, serta jajaran Forkopimka.
Sebanyak 2.052 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan pangan tersebut. Rinciannya, Desa Kalisampurno sebanyak 555 penerima, Desa Ganggangpanjang sebanyak 485 penerima, Desa Watutulis sebanyak 604 penerima, dan Desa Temu sebanyak 408 penerima.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan bahwa bantuan beras tersebut merupakan program pemerintah pusat yang penyalurannya bekerja sama dengan Bulog untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Ia juga meminta masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kualitas beras yang kurang baik atau tidak layak konsumsi sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Kalau nanti ada beras yang diterima kondisinya tidak layak konsumsi, misalnya karena kurang kering sehingga warnanya menguning atau terdapat kerusakan lainnya, segera laporkan melalui pemerintah desa agar bisa ditukar,” ujarnya.
Mimik mengatakan hingga saat ini belum terdapat laporan pengembalian beras dari masyarakat penerima bantuan. Ia berharap seluruh bantuan yang diterima warga berada dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.
Selain itu, ia mengingatkan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga dan tidak diperjualbelikan.
“Beras ini untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Manfaatkan dengan baik dan jangan dijual kembali,” pesannya.
Menurutnya, program bantuan pangan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.
“Ini merupakan perhatian pemerintah kepada masyarakat. Semoga bantuan ini dapat membantu kebutuhan keluarga dan memberikan manfaat bagi warga yang menerimanya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi menjelaskan bahwa setiap penerima bantuan mendapatkan beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter.
“Bantuan yang diterima berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Nanti setelah diterima, dibawa pulang dan digunakan untuk kebutuhan keluarga,” katanya.
Sriatun juga menegaskan bahwa data penerima bantuan berasal dari pemerintah pusat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga penetapannya tidak dilakukan oleh pemerintah desa maupun pemerintah daerah.
“Data penerima ini berasal dari pusat, bukan dari kabupaten maupun desa. Jadi sudah sesuai dengan data yang ada di DTSEN. Kalau ada masyarakat yang belum menerima, bukan karena tidak diperhatikan, tetapi memang berdasarkan data yang ditetapkan,” pungkasnya.
Melalui penyaluran bantuan pangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan keluarga tetap terpenuhi. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan berbagai pihak terkait diharapkan terus terjaga demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.Semoga bermanfaat.(Ali news)












