Breaking News

Home / PEMERINTAHAN

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:38 WIB

Pemkab Sidoarjo Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Sebanyak 1.452 Petugas Siap Lakukan Pendataan

Beritanews9.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sebanyak 1.452 petugas sensus telah disiapkan untuk melakukan pendataan secara door-to-door di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dukungan tersebut ditegaskan dalam apel pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu malam (10/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo Mohammad Bahrul Amig yang mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi.

Dalam sambutannya, Bahrul Amig menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali dan memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan ekonomi nasional.

“Tahun 2026 ini akan dilaksanakan pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026 sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional. Sensus ini akan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan,” ujarnya.

Amig menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan sensus sangat bergantung pada kualitas kerja petugas di lapangan. Karena itu, ia meminta seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika, serta mengedepankan prinsip senyum, sapa, dan salam saat berinteraksi dengan masyarakat. Penggunaan atribut resmi selama bertugas juga dinilai penting untuk menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat.

“Kehadiran petugas menjadi pondasi utama keberhasilan sensus ini. Embanlah amanah dengan baik, fokus pada akurasi data, jaga kesehatan, dan jadilah komunikator yang baik di tengah masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa akurasi data menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah maupun nasional. Data yang tidak tepat dapat menyebabkan program dan kebijakan pemerintah tidak berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Jika data tidak akurat, maka program kegiatan tidak tepat sasaran. Karena itu mari membudayakan dialog berbasis data. Orang yang hebat adalah orang yang berbicara berdasarkan data dan fakta,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo, Bagyo Trilaksono, menjelaskan bahwa SE2026 akan mendata seluruh unit usaha yang ada di Kabupaten Sidoarjo, kecuali kategori administrasi pemerintahan dan kegiatan rumah tangga sebagai pemberi kerja. Pendataan juga mencakup usaha-usaha yang mulai beroperasi hingga tahun 2026.

Menurutnya, pelaksanaan sensus kali ini tidak hanya berfokus pada aktivitas usaha, tetapi juga melakukan pembaruan informasi sosial ekonomi keluarga. Data yang dihimpun meliputi keterangan umum keluarga, kondisi demografi, tingkat pendidikan, hingga jenis pekerjaan.

“Tujuan utama sensus ini adalah menyiapkan data dasar yang kuat untuk berbagai kegiatan sensus dan survei di masa mendatang sehingga pemerintah memiliki gambaran yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan,” jelasnya.

Bagyo menambahkan, berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal Juni 2026. Di antaranya melalui pengiriman email blast kepada perusahaan besar dan menengah, serta konsolidasi dan koordinasi dengan perangkat daerah maupun pelaku usaha guna memastikan pelaksanaan sensus berjalan lancar.

Ia juga mengungkapkan adanya sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan SE2026 dibandingkan sensus sebelumnya. Salah satunya adalah keterlibatan aktif masyarakat dan perusahaan melalui mekanisme pengisian data secara mandiri atau self-enumeration. Selain itu, cakupan pendataan kini lebih komprehensif karena tidak hanya mendata karakteristik usaha, tetapi juga memperbarui informasi kependudukan dan sosial ekonomi keluarga.

Untuk meningkatkan kualitas dan akurasi data, SE2026 memanfaatkan berbagai inovasi teknologi modern. Di antaranya penggunaan geo-tagging untuk merekam lokasi usaha secara akurat, teknologi Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) guna membantu penentuan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), pemanfaatan big data dalam penyusunan daftar awal usaha, serta layanan chatbot untuk mempercepat penyampaian informasi dan menjawab pertanyaan responden.

“Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan akurasi data sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam proses pendataan,” ujarnya.

Melalui dukungan penuh dari Pemkab Sidoarjo dan kesiapan ribuan petugas sensus, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya sebagai fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.(Ali news)

Penulis

Share :

Baca Juga

PEMERINTAHAN

HUT KORMI ke-25, Bupati Subandi Apresiasi Peran KORMI dalam Membangun Budaya Hidup Sehat

PEMERINTAHAN

Polwan Polres Pasuruan Berikan Edukasi Keselamatan dan Pencegahan Kekerasan Asusila kepada Santri

PEMERINTAHAN

Bupati Ajak Anggota DPRD Manfaatkan Pokir untuk Percepatan Betonisasi Jalan

PEMERINTAHAN

Pavingisasi TMMD ke-126: Buka Akses, Dongkrak Ekonomi Desa Kedondong

PEMERINTAHAN

Polda Jatim Gelar Simulasi Sispamkota di GOR Sidoarjo

PEMERINTAHAN

Tiga Pilar Kecamatan Krian Sukses Gelar Bazar Murah di Depan Mapolsek, Diserbu Warga

PEMERINTAHAN

Dinas Kominfo Sidoarjo Perkuat Branding Lapangan Sepakbola Desa, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

PEMERINTAHAN

Kapolri dan Bupati Sidoarjo Pastikan Pengamanan Mudik Lebaran Berjalan Optimal