20 C
Indonesia
Rabu, April 29, 2026
spot_img
spot_img

Bupati Sidoarjo Subandi Dukung Penguatan Pengawasan Desa Melalui Program Jaga Desa

Beritanews9.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kejaksaan Negeri Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) di Ruang Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Zaidar Rasepta beserta jajaran.

Turut hadir dalam rakor tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo Probo Agus Sunarno, Kabag Hukum, Ketua ABPEDNAS Kabupaten Sidoarjo, serta Ketua Paguyuban BPD Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa Program Jaga Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, sekaligus sebagai tindak lanjut dari program pemerintah pusat.

“Program Jaga Desa ini nantinya Pak Kajari sebagai pembina di ABPEDNAS. Kalau nanti ada segala sesuatu ya tinggal disampaikan dengan pembinanya adalah Pak Kajari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Subandi mendorong terjalinnya kolaborasi yang lebih erat antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS. Ia bahkan mengusulkan agar kedua organisasi tersebut dapat dilebur menjadi satu kepengurusan yang lebih solid dan terintegrasi dengan program pemerintah pusat.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kesinambungan program antar desa serta memperkuat koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di tingkat desa.

“Kita mengharapkan Paguyuban dan ABPEDNAS ini saling memberikan support dan dukungan. Kalau bisa dilebur menjadi satu,” tegasnya.

Subandi juga menyoroti masih adanya konflik antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa yang kerap berujung pada persoalan hukum. Ia berharap melalui Program Jaga Desa, permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan pendekatan pembinaan serta komunikasi yang lebih efektif.

“Harapan kita, kalau ada persoalan tidak langsung ke ranah hukum, tapi bisa dikomunikasikan dengan APH terlebih dahulu,” katanya.

Ia pun meminta seluruh pengurus untuk aktif membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS guna menciptakan kepengurusan yang efektif di Kabupaten Sidoarjo.

Di akhir sambutannya, Subandi menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya tersebut adalah memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, transparan, dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan sinkronisasi antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS ini bisa berjalan dengan baik, demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo serta mampu menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antar desa maupun antar kecamatan, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan regulasi yang berlaku secara tepat dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Ali news)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular