100 Hari Kepergian Alfan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Berbagi Beras untuk 1.000 Ojol

Beritanews9.id || SIDOARJO – Genap 100 hari kepergian Alfan Kurniawan, seorang pekerja ojek online (ojol) yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas mencari nafkah, menjadi momentum bagi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo untuk menunjukkan kepedulian kepada para pejuang rupiah di jalan raya.

Sebanyak 1.000 pekerja ojol dari berbagai layanan transportasi daring, di antaranya Grab, Gojek dan platform lainnya, menerima bantuan sosial berupa beras masing-masing 5 kilogram.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Mapolresta Sidoarjo, Jumat (4/9/2026), mulai pukul 13.00 WIB. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenang 100 hari kepergian almarhum Alfan Kurniawan.

Ratusan pengemudi ojol yang hadir tampak antusias menerima bantuan. Paket beras yang dibagikan diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari para pengemudi yang setiap hari harus bekerja di tengah padatnya lalu lintas demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Bupati Sidoarjo Subandi, yang mewakili Forkopimda Sidoarjo, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pembagian bantuan sembako. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama kepolisian sekaligus penghormatan kepada almarhum Alfan Kurniawan, yang kehilangan nyawa ketika sedang berjuang mencari rezeki.

“Ini merupakan momen kepedulian Pemkab Sidoarjo bersama Polresta Sidoarjo untuk mengenang dan memperingati 100 hari kepergian Alfan Kurniawan, salah satu pejuang rupiah online yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas,” ujar Subandi.»

Subandi menegaskan, keberadaan para pengemudi ojol memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Mereka tidak hanya mengantarkan penumpang, tetapi juga mengantar makanan, barang, dokumen hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Di balik pekerjaan tersebut, kata Subandi, terdapat perjuangan untuk menghidupi keluarga. Karena itu, ia meminta para pengemudi ojol untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Untuk seluruh pekerja ojol, utamakan keselamatan. Tetap patuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan kita bersama. Jangan lupa selalu berhati-hati ketika berada di jalan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar para pengemudi tidak terlalu memaksakan diri demi mengejar target maupun penghasilan.

Menurutnya, berapa pun rupiah yang diperoleh tidak sebanding dengan harga sebuah nyawa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama karena ada keluarga yang menunggu kepulangan mereka di rumah.

“Ingat, keluarga menunggu kamu di rumah. Jangan sampai karena mengejar rupiah, keselamatan menjadi taruhan. Pulang dengan selamat adalah rezeki yang paling utama,” tegas Subandi.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari kegiatan peringatan 100 hari kepergian Alfan Kurniawan. Kepergian Alfan diharapkan tidak hanya menjadi kenangan bagi keluarga dan rekan-rekannya, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pekerja ojol untuk semakin memperhatikan keselamatan saat berada di jalan.

Forkopimda Sidoarjo berharap kepedulian semacam ini dapat terus terjaga. Para pengemudi ojol sebagai bagian dari masyarakat sekaligus penggerak ekonomi diharapkan mendapatkan perhatian, perlindungan dan dukungan dari berbagai pihak.

Momentum 100 hari kepergian Alfan Kurniawan pun menjadi pengingat bahwa di balik setiap pengemudi yang melintas di jalan terdapat perjuangan, tanggung jawab dan keluarga yang menanti.

Mengejar rezeki memang penting, tetapi pulang dengan selamat kepada keluarga jauh lebih berharga.(Ali news)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *