Bupati Sidak Tiga RTLH di Sedati, Perbaikan Dimulai September

Beritanews9.id || SIDOARJO – Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Sedati, Senin (24/8/2026). Tiga warga kurang mampu yang menempati rumah tersebut dipastikan akan segera mendapat perbaikan.

Dua RTLH berada di Desa Pabean, milik Lilik Kustinah dan Nur Maskanah. Satu lagi RTLH ditempati Sudarmi di Desa Pranti

Bupati Subandi mengatakan perbaikan meliputi peninggian rumah, perbaikan atap, dan kamar mandi akan dimulai bulan depan. Namun sebelum itu, warga diminta gotong royong membersihkan isi rumah terlebih dahulu agar pengerjaan lebih cepat.

“Akhir bulan harus bersih, biar bulan sembilan mulai pelaksanaan perbaikannya,” ucap bupati saat meninjau rumah Sudarmi di Desa Pranti.

Ia menegaskan warga kurang mampu harus benar-benar mendapat perhatian. Salah satunya melalui rumah layak huni yang aman, nyaman, tidak bocor dan kebanjiran saat hujan, serta memiliki kamar mandi yang sehat.

“Semoga segera dilakukan perbaikan agar saat musim hujan tiba, rumah ini tidak sampai bocor, air tidak sampai masuk ke dalam rumah,” katanya.

Wakil Ketua IV Baznas Sidoarjo Ilhamuddin yang mendampingi sidak menyebut perbaikan ditarget mulai awal September. Saat ini pihaknya akan memindahkan barang-barang di dalam rumah dan menyiapkan hunian sementara bagi penerima manfaat.

“Mudah-mudahan nanti bulan September bisa dikerjakan. Jadi sementara Agustus mengondisikan barang-barangnya bisa dipindah, termasuk mempersiapkan si penerima bantuan untuk sementara tinggal di mana. Itu yang penting,” jelasnya.

Ilhamuddin menyebut sampai saat ini sekitar 700 rumah sudah mendapat bantuan program bedah rumah Baznas Sidoarjo. Ke depan akan digunakan “data tunggal” hasil gabungan data Baznas, Dinas Sosial, serta Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo.

“Pak Bupati menghendaki nanti ada data tunggal. Jadi bukan datanya Baznas saja, bukan datanya Dinsos, datanya Perkim, tapi data itu digabungkan jadi satu, kemudian dilakukan survei. Verifikasi data tunggal itu sedang menginjak tahap terakhir, tinggal penataan saja,” paparnya.

Setiap RTLH maksimal mendapat alokasi perbaikan Rp27 juta. Jumlah itu naik dari sebelumnya Rp25 juta menyesuaikan kenaikan harga bahan bangunan.

Perbaikan RTLH nantinya tidak hanya dikerjakan Baznas. Kolaborasi dengan Dinas Perkim juga akan dilakukan.

“Awalnya memang kami Rp20 juta sampai Rp25 juta, tapi karena ini situasi gini, barang-barang naik, ya maksimal Rp27 juta. Dan nantinya juga bisa dikerjakan oleh Baznas, bisa dikerjakan oleh Perkim, saling berkolaborasi,” ujarnya.(Ali news)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *