Beritanews9.id || SURABAYA — Sebuah logo bertuliskan “Jogoperak” belakangan menjadi simbol yang menarik perhatian. Di balik sederhananya sebuah logo, tersimpan pesan yang cukup dalam: ajakan untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan menguatkan nama baik Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
“Jogo” dalam bahasa Jawa berarti menjaga. Sementara “Perak” merujuk pada Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Jika dimaknai lebih luas, “Jogoperak” merupakan sebuah pengingat bahwa Polres Pelabuhan Tanjung Perak bukan hanya tempat bekerja, melainkan rumah bersama yang harus dijaga marwah dan nama baiknya.
Kiasan yang terkandung di dalamnya pun sederhana namun sarat makna, yakni: “Tak titipno Polres Pelabuhan Tanjung Perak, teko beboyo yo lur.”
Sebuah pesan persaudaraan agar seluruh personel yang berada di dalamnya ikut merasa memiliki, menjaga, dan tidak membiarkan institusi yang menjadi tempat mengabdi tersebut kehilangan kehormatannya.
Semangat Jogoperak juga sejalan dengan instruksi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan, S.I.K. melalui jajaran Pejabat Utama (PJU).
Bahkan, Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP A.A. Putrawan, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi terhadap lahirnya gagasan dan karya logo tersebut.
Menurut Putrawan, “Jogoperak” bukan sekadar identitas visual, tetapi sebuah ajakan untuk menjaga tempat di mana seluruh personel bekerja, mengabdi, sekaligus mencari nafkah bagi keluarga.
“Ayo lur, Jogoperak bareng-bareng. Inilah sawah ladang kita bersama, tempat kita bertugas dan mengabdi. Maka sudah sepatutnya kita jaga bersama dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan pengabdiannya di Polres Pelabuhan Tanjung Perak selama kurang lebih delapan hingga sembilan bulan membuat dirinya semakin memiliki ikatan emosional dengan institusi tersebut.
Bagi Putrawan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak kini sudah seperti rumah sendiri.
Hampir setiap hari ia menjalankan tugas hingga larut malam, bahkan tidak jarang waktu bersama keluarga harus dikorbankan demi menyelesaikan tanggung jawab sebagai anggota Polri.
“Saya bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini sudah hampir delapan sampai sembilan bulan.
Polres ini sudah saya anggap seperti rumah saya sendiri. Setiap hari saya pulang larut malam, bahkan terkadang harus mengorbankan waktu bersama keluarga di rumah.
Semua itu saya anggap sebagai bagian dari pengabdian untuk memberikan yang terbaik kepada Polri,” ungkapnya.
Baginya, pengabdian tidak selalu tentang penghargaan atau pujian. Ada proses panjang, loyalitas, keikhlasan, serta keyakinan bahwa setiap perjuangan yang dilakukan dengan niat baik pada akhirnya akan menemukan hasil terbaik. (Sult)












