23.6 C
Indonesia
Rabu, April 1, 2026
spot_img
spot_img

Wabup Sidoarjo Apresiasi Wisata Petik Buah Klengkeng di Yulianto Garden Farm

Beritanews9.id || SIDOARJO – Keberadaan wisata petik buah klengkeng di Yulianto Garden Farm mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Kebun yang berada di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan tersebut dinilai mampu menjadi destinasi agrowisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kebun klengkeng yang saat ini tengah memasuki masa panen itu telah dibuka untuk umum sejak dua minggu terakhir. Selasa pagi (31/3), Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berkesempatan mengunjungi lokasi tersebut untuk merasakan langsung sensasi memetik dan menikmati buah klengkeng dari pohonnya.

Dalam kunjungannya, Wabup Mimik mencoba sendiri buah klengkeng yang baru dipanen. Ia mengaku terkesan dengan rasanya yang manis serta daging buahnya yang tebal. Bahkan dirinya sempat memborong beberapa kilogram buah klengkeng dari dua pohon yang dipanennya.

“Rasanya manis, bijinya kecil. Ternyata ini klengkeng unggulan yang ada di Indonesia yang harus kita budidayakan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan wisata petik buah seperti ini merupakan bentuk kreativitas yang patut diapresiasi. Ia menilai inisiatif Yulianto sebagai pemilik kebun mampu memanfaatkan lahan tidur aset Tanah Kas Desa (TKD) Kepunyaan Desa Kureksari kecamatan Waru sehingga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Wabup Mimik juga berharap konsep pemanfaatan lahan tidur seperti ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Sidoarjo.

“Ini dapat menjadi percontohan di setiap kecamatan untuk memanfaatkan lahan TKD atau lahan tidur yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Sementara itu, pemilik kebun Yulianto mengatakan Yulianto Garden Farm telah berdiri sejak empat tahun lalu. Tahun ini merupakan panen kedua dari kebun klengkeng yang dikelolanya. Di lahan seluas sekitar 1,2 hektare tersebut ditanam sekitar 300 pohon klengkeng jenis new cristal, yang dikenal sebagai salah satu varietas unggulan.

Ia memperkirakan hasil panen kali ini mencapai sekitar 4 hingga 5 ton buah. Untuk pengunjung yang ingin menikmati sensasi memetik langsung dari pohonnya, buah klengkeng dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram.

“Sudah dua minggu ini kami buka. Pengunjungnya datang dari berbagai daerah seperti Kediri, Tulungagung, Batu Malang, Surabaya hingga Pasuruan,” jelasnya.

Yulianto menambahkan bahwa kebun tersebut memang dikonsep sebagai wisata petik buah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami jenis-jenis klengkeng serta cara budidayanya.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua pohon klengkeng yang ditanam di pekarangan rumah dapat berbuah karena perbedaan varietas dan teknik perawatan.

“Masyarakat kita ini masih awam, dikira klengkeng semua sama. Padahal varietasnya berbeda-beda, ada yang untuk komersial dan ada yang hanya untuk hiasan. Pohon klengkeng juga harus dibuahkan atau dibooster, kalau tidak bisa sampai puluhan tahun tidak berbuah,” ungkapnya.

Melalui wisata petik buah ini, Yulianto berharap masyarakat tidak hanya menikmati buah segar langsung dari kebunnya, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang budidaya klengkeng yang benar sehingga dapat menanamnya secara produktif di lingkungan masing-masing.(Ali news)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular