21.2 C
Indonesia
Senin, April 6, 2026
spot_img
spot_img

Percepat Digitalisasi Transaksi, Pemkab Sidoarjo Siapkan Implementasi QRIS Tap

Beritanews9.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen terhadap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemkab Sidoarjo berupaya mempercepat serta memperluas penerapan transaksi non-tunai, salah satunya dengan rencana implementasi QRIS Tap dalam berbagai transaksi keuangan di daerah.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari capaian TP2DD Kabupaten Sidoarjo yang pada tahun 2025 lalu berhasil meraih apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sebagai TP2DD Terbaik III Wilayah Jawa–Bali. Keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi transaksi keuangan yang lebih transparan dan efisien.

Penerapan QRIS Tap sendiri akan memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran digital tanpa perlu memindai kode QR menggunakan kamera ponsel. Transaksi cukup dilakukan dengan menempelkan ponsel pada mesin EDC atau alat pembaca contactless sehingga proses pembayaran menjadi lebih cepat, praktis, dan aman.

Komitmen tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Senin (6/4). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi itu juga menjadi forum evaluasi Championship TP2DD 2025 sekaligus persiapan pengisian Championship TP2DD 2026. Dalam kesempatan itu turut dihadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI serta Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur.

Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa forum HLM bukan sekadar rapat koordinasi rutin, melainkan forum strategis untuk menyamakan langkah serta memperkuat komitmen terhadap percepatan digitalisasi transaksi di daerah.

“Digitalisasi sudah menjadi instrumen mutlak, bukan lagi pilihan untuk menekan kebocoran anggaran, menjamin transparansi, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara terukur,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja TP2DD Kabupaten Sidoarjo yang berhasil meraih peringkat ke-3 TP2DD Terbaik wilayah Jawa–Bali. Selain itu, inovasi pembayaran retribusi secara non-tunai milik Pemkab Sidoarjo juga dinobatkan sebagai Program Unggulan Terbaik ke-3 tingkat nasional oleh Menko Bidang Perekonomian RI.

Capaian tersebut turut berdampak pada peningkatan indeks ETPD Kabupaten Sidoarjo hingga mencapai 99,5 persen, yang menjadi angka tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada Semester II Tahun 2025.

“Capaian ini adalah buah dari kerja keras saudara-saudara sekalian, anggota Tim Percepatan Perluasan dan Digitalisasi Daerah Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.

Bupati Subandi juga mendorong implementasi transaksi digital di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan layanan kesehatan. Ia menilai penerapan ETPD, khususnya pada sektor pasar tradisional, dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan retribusi daerah.

“Saat ini retribusi pasar sangat kecil. Coba ETPD kita implementasikan pada pasar-pasar yang ada, sehingga masyarakat cukup menggunakan HP untuk melakukan pembayaran non-tunai,” pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati selaku Ketua Harian TP2DD Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa komitmen implementasi ETPD akan diperkuat melalui penerapan QRIS Tap di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran non-tunai terbukti selaras dengan peningkatan pembangunan daerah. Hal tersebut tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sidoarjo yang menjadi tertinggi di Jawa Timur untuk kategori kabupaten dengan angka 83,35.

“Non-tunai ini terbukti linier dengan pembangunan-pembangunan lainnya. Indeks Pembangunan Manusia kita juga tertinggi se-Jawa Timur untuk kabupaten,” ujarnya.

Fenny juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Kabupaten Sidoarjo saat ini menjadi yang tertinggi di Jawa Timur dan menempati posisi keempat secara nasional. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari upaya digitalisasi transaksi yang terus dikembangkan oleh Pemkab Sidoarjo bersama sektor perbankan.

“Kita memiliki pondasi infrastruktur digital yang matang untuk mendukung implementasi berbagai jenis transaksi digital,” pungkasnya.(Ali news)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular