Beritanews9.id || SIDOARJO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Sidoarjo H. Subandi menekankan pentingnya sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para camat di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (3/3/2026).
Dalam arahannya, Bupati Subandi mengapresiasi kebersamaan dan sinergi yang telah terjalin di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Ia meminta seluruh OPD hingga pemerintah desa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga sembako maupun bahan bakar minyak menjelang Lebaran.
Menurutnya, pembelian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) harus diarahkan untuk menjaga kestabilan harga di pasaran. Ia juga mengingatkan agar harga kebutuhan pokok di Sidoarjo tidak melampaui rata-rata harga di wilayah lain.
“Koordinasi dengan pasar-pasar harus terus dilakukan agar harga tetap terkendali. Distribusi dan ketersediaan bahan pokok juga harus diawasi secara maksimal,” ujarnya.
Selain persoalan harga, Subandi juga menyoroti ketertiban dan penataan kawasan publik. Ia menginstruksikan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk memperketat pengawasan kegiatan lapangan, termasuk pengaturan parkir dan penataan pedagang kaki lima (PKL).
Untuk sementara waktu, para PKL diarahkan menempati area depan GOR atau kawasan Ponti hingga Lebaran. Ia juga meminta agar kawasan Alun-Alun Sidoarjo tetap terjaga kebersihan dan kelestarian tamannya.
Rencana pelaksanaan kembali Car Free Day (CFD) juga akan dievaluasi. Subandi meminta Dishub, Satpol PP, dan DLHK melakukan pemetaan terlebih dahulu agar pelaksanaan CFD tidak menimbulkan kemacetan maupun penambahan PKL yang tidak tertata.
“CFD boleh berjalan, tetapi harus dipersiapkan secara matang. Sebelum diluncurkan kembali harus ada pemaparan yang detail agar penataannya jelas,” tegasnya.
Dalam sektor kebersihan, ia menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pemetaan jumlah dan kondisi TPST diminta segera dilakukan, termasuk evaluasi metode pengelolaan agar tidak lagi terjadi praktik pembakaran sampah secara manual.
Sementara di bidang kesehatan, Bupati Subandi meminta Dinas Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit guna menghadapi kemungkinan lonjakan pasien menjelang Lebaran. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus tetap optimal selama momentum Ramadan hingga Idul Fitri.
Percepatan pembangunan infrastruktur dan sektor pendidikan juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Subandi mendorong Dinas PU dan Dinas Pendidikan untuk mempercepat proses pengadaan proyek, termasuk memaksimalkan skema mini kompetisi yang dinilai lebih fleksibel dibandingkan lelang konvensional.
Ia menyebutkan bahwa program betonisasi jalan diharapkan segera berjalan, termasuk perbaikan 25 ruas jalan serta program Peningkatan Infrastruktur Wilayah Kecamatan (PIWK) yang ditargetkan mulai dimaksimalkan dalam waktu dekat.
“Kita tidak ingin pekerjaan molor atau bahkan dikerjakan dua kali. Semua harus dipastikan selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik,” katanya.
Bupati juga meminta pengawasan ketat terhadap kontraktor yang telah menerima pekerjaan proyek. Apabila kualitas pekerjaan tidak sesuai standar, kontraktor diminta segera dievaluasi bahkan diganti.
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Subandi mengingatkan LPMD dan para camat untuk terus menjalin komunikasi dengan panitia serta tokoh masyarakat guna mengantisipasi potensi konflik di tengah dinamika yang mulai menghangat.
Di akhir arahannya, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah menyampaikan kepada masyarakat berbagai program yang telah berjalan, seperti bantuan kursi roda, bedah warung, perbaikan jalan, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga berbagai program sosial lainnya.
Ia juga menginstruksikan PDAM untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengantisipasi potensi gangguan distribusi air bersih selama Lebaran.
“Semua pihak harus bergerak bersama. Tujuannya satu, memastikan masyarakat bisa menjalani Ramadan dan merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.(Ali news)





