Beritanews9.id || SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSA) terus mengintensifkan proyek normalisasi sungai di sejumlah titik strategis sebagai langkah mitigasi banjir dan pembersihan sedimen yang menumpuk.
Kepala Dinas PUBMSA Sidoarjo, Mohammad Mahmud, mengatakan fokus pengerjaan saat ini berada di sungai kawasan belakang Pabrik Gula (PG) Krembung, tepatnya di wilayah Mojoruntut, Kecamatan Krembung. Normalisasi dilakukan karena sedimentasi di lokasi tersebut dinilai sudah cukup parah dan berpotensi menghambat aliran air.
“Hari ini kita melakukan normalisasi sungai di belakang PG Krembung karena sedimennya sudah sangat banyak. Kita perlu melakukan intervensi normalisasi pada pagi hari ini,” ujar Mahmud saat meninjau lokasi pengerjaan, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, pengerjaan di titik Mojoruntut ditargetkan mencakup aliran sungai sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar alat berat segera digeser ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.
“Target kami dua sampai tiga hari lagi sudah selesai di sini. Setelah itu, kami akan berpindah ke lokasi yang lain secara simultan,” tambahnya.
Selain di Krembung, Dinas PUBMSA juga telah menjadwalkan normalisasi di empat lokasi lain mulai esok hari. Di antaranya normalisasi Kacer Nguli di Desa Kedung Kembar, normalisasi Afvoer Wilayut di Sukodono, pembersihan sampah rutin sungai, serta penanganan di wilayah Kedondong, Tulangan.
Mahmud menuturkan, sedimen hasil pengerukan tidak dibuang percuma. Dinas PUBMSA bersinergi dengan TNI melalui Kodim dan Koramil untuk memanfaatkan material tersebut sebagai bahan pengurukan dalam program Karya Bakti TNI Terpadu.
“Sedimen hasil normalisasi ini kami manfaatkan untuk menunjang pengurukan Karya Bakti TNI Terpadu, bersinergi dengan rekan-rekan dari Kodim dan Koramil sehingga memberikan nilai manfaat lebih bagi masyarakat,” jelasnya.
Hingga saat ini, menurut Mahmud, tidak ada kendala berarti di lapangan. Pihaknya terus memantau progres harian, baik untuk pekerjaan perbaikan jalan maupun normalisasi sungai, agar seluruh kegiatan berjalan sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah ditetapkan.(Ali news)





