Beritanews 9.id || Surabaya – Gelombang protes terhadap pernyataan kontroversial Aboe Bakar Al-Habsyi terus meluas. Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi demonstrasi di kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur pada Selasa (14/4/2026), sebagai bentuk kecaman atas pernyataan yang dinilai mencederai kehormatan ulama Madura.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa ucapan tersebut bukan sekadar kekeliruan, melainkan bentuk penghinaan terbuka terhadap ulama dan masyarakat Madura.
“Ini bukan sekadar salah ucap. Ini adalah bentuk penghinaan terhadap ulama Madura. Pernyataan seperti ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apapun,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa pernyataan tersebut berpotensi memicu konflik sosial karena mengandung unsur SARA.
“Kalau sudah menyeret ulama dan wilayah tertentu dengan stigma negatif, ini sudah masuk ranah SARA. Ini berbahaya dan bisa memecah belah masyarakat,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, AMI secara tegas mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan terhadap Aboe Bakar Al-Habsyi. Menurut Baihaki, permintaan maaf melalui media sosial tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Jangan hanya berani minta maaf di media sosial. Kalau memang punya itikad baik, datang langsung ke Madura. Minta maaf ke ulama dan masyarakat di setiap kabupaten. Itu baru bentuk tanggung jawab,” lanjutnya.
Massa aksi kemudian diterima oleh bidang hukum DPW PKS Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, pihak PKS disebut menerima tuntutan yang disampaikan AMI dan berjanji akan meneruskannya ke tingkat pusat.
Tak berhenti di situ, AMI memastikan akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional. Mereka berencana mengirimkan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk desakan agar dilakukan evaluasi terhadap Aboe Bakar Al-Habsyi.
“Kami akan kirim surat ke Presiden. Negara tidak boleh diam. Harus ada evaluasi karena ini sudah meresahkan dan melukai masyarakat,” tutup Baihaki.
Tim AMI





