21.8 C
Indonesia
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
spot_img

Pengelola Terminal Tipe A Purabaya Rapat Bersama Paguyuban Mandor AKAP–AKDP Cari Solusi Keamanan dan Kebersihan

Beritanews9.id || SIDOARJO — Kementerian Perhubungan melalui pengelola Terminal Tipe A Purabaya menggelar rapat bersama Paguyuban Mandor AKAP–AKDP, pengamen, serta pedagang asongan guna mencari solusi bersama terkait keamanan dan kebersihan terminal. Rapat ini digelar menyusul adanya pemotongan anggaran pemerintah hingga 50 persen pada Tahun Anggaran 2026.

Rapat yang berlangsung di lantai 3 Terminal Purabaya tersebut turut dihadiri unsur pengamanan lintas sektor. Dari unsur TNI/Garnisun hadir Peltu Heri dan Sertu Samsul, sementara dari Polsek Waru diwakili oleh Aiptu Erwin sedangkan dari unsur Satpam Hadir Saudara Sulaiman atau yg akrab dipanggil SULE. Kehadiran aparat ini sebagai bentuk dukungan pengamanan dan penegakan ketertiban di lingkungan terminal.

Wassatpel Terminal Purabaya, Verie Sugiharto S.E di dampingi Staf Budi.S, dalam arahannya menegaskan pentingnya peran seluruh elemen terminal dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan area terminal. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan adanya pemotongan anggaran hingga 50 persen di tahun 2026, kami mengajak seluruh mandor, pengamen, dan pedagang asongan untuk ikut berperan aktif menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan Terminal Purabaya,” ujar Verie Sugiharto.

Ia menambahkan, Terminal Purabaya merupakan salah satu terminal terbesar di Indonesia dan menjadi etalase transportasi darat nasional, sehingga harus tetap memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang maupun pengguna jasa lainnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Mandor AKAP–AKDP Terminal Purabaya, Cak Amak, menegaskan bahwa kebersihan dan ketertiban terminal hanya bisa terwujud jika didukung oleh seluruh mandor yang beraktivitas di dalam terminal.

“Untuk menjadikan Terminal Purabaya bersih dan tertib, harus ada dukungan dan komitmen dari semua mandor yang ada di terminal. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pengelola,” tegas Cak Amak.

Dari sisi keamanan Mandor, Edy Sutikno, selaku perwakilan seksi keamanan, menyampaikan gagasan solusi untuk menekan praktik percaloan yang selama ini menjadi salah satu persoalan klasik di terminal.

“Kami akan mencarikan solusi agar terminal bersih dari praktik percaloan. Salah satunya dengan mengajak mereka untuk dipekerjakan sebagai kru bus, sehingga ada pekerjaan yang jelas dan tidak kembali ke praktik percaloan,” ungkap Edi.

Pendapat tersebut mendapat dukungan dari Abdul Hadi, pria yang akrab disapa Cak Dul. Ia menilai gagasan tersebut realistis karena menyentuh langsung kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Saya sependapat dengan saudara Edi, karena semua ini juga menyangkut urusan perut. Kalau mereka diberi pekerjaan yang layak, tentu praktik percaloan bisa ditekan,” ujar Cak Dul.

Dalam rapat tersebut, para perwakilan paguyuban juga menyampaikan berbagai masukan dan aspirasi, khususnya terkait penataan aktivitas di dalam terminal agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus penumpang.

Melalui pertemuan ini, Kementerian Perhubungan berharap terbangun komitmen dan sinergi yang kuat antara pengelola terminal, paguyuban mandor, serta aparat keamanan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan Terminal Purabaya secara berkelanjutan, meskipun di tengah tantangan keterbatasan anggaran.(Ali news)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular